Panggilan Hidup Religius di Zaman Post-modern


MANIFESTO SUNYI

Manusia adalah homo religiosus. Pada abad lalu, ungkapan ini hanya dimengerti sebagai seorang religius yang mengikrarkan kaul-kaulnya. Akan tetapi, dewasa ini justru tidak hanya dikenakan kepada orang-orang yang beriman tetapi juga kepada mereka yang tidak beriman. Lantas, apa makna religiositas untuk zaman ini?

Mengutip Rm. Mangunwijaya bahwa religiositas merupakan aspek yang berada dalam hati, cita rasa yang mencakupi kedalaman hati nurani, dan intimitas ke kedalaman jiwa. Oleh karenanya, kata Rm. Mangunwijaya, religiositas pada kodratnya bersifat inklusif. Ia merupakan sikap dasar yang menjiwai setiap orang—mencakupi iman dan takwa. Sebagai seorang yang beragama yang terpenting bukanlah to have religion tetapi beingreligious. Kelihatannya, religiositas dalam pandangan Mangunwijaya memang lebih luas dari agama dan lebih kaya dari spritualitas. Mangunwijaya adalah seorang pengembara yang selalu berada bersama dengan orang-orang miskin di pinggiran kali Code. Beliau mencari religiositas bukan dalam Kitab Suci dan Gereja, tetapi dalam masyarakat dunia dan di jalan-jalan. Artinya, menjadi seorang…

View original post 646 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s