Ibuku


Joy of Life

Seperti pada mula lahirku di dunia, Ibu, selalu jadi sosok yang pertama untukku dalam meniti langkah. Karenanya, tulisan pertamaku ini kutujukan padamu, Ibu.

Ibu usiamu tak lagi muda, beriringan dengan bertambahnya juga usiaku yang hendak menuju seperempat abad di tahun depan. Teman – temanku kini sudah banyak yang menjadi Ibu, begitu juga menjadi Ayah. Dari mereka, lahir buah hati yang begitu lucu dan manis. Wajahnya mirip benar dengan kedua orangtuanya. Mereka tak sungkan berbagi kebahagiaan titipanNya itu pada berbagai kesempatan. Aku pun tersenyum melihatnya Ibu…, karena aku jadi teringat dirimu.

Mungkin seperti itukah kali pertama dirimu melihatku terlahir dan bersandar di dalam dekap dadamu penuh haru. Melihatku merengek kali pertama, lalu engkau menenangkanku dengan belaian lembut di kepala. Tersenyum begitu bahagia melihat kelahiranku, seakan jadi penghapus perjuangan beratmu selama 9 bulan dan sekian waktu terakhir perjuangan hidup matimu sebagai awal mula untuk hidupku.


Ibu bahkan hingga sekarang dan ku tahu…

View original post 1,154 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s